Sabtu, 01 Mei 2010

Parlemen Belgia Sepakat Larang Pemakaian Cadar

Majelis rendah parlemen Belgia Kamis menyetujui rancangan undang-undang untuk melarang mengenakan cadar di depan umum, tindakan yang dapat menjadikan Belgia negara Eropa pertama yang akan melakukannya.

RUU itu, disampaikan sebagai langkah keamanan oleh para pendukungnya, didukung dengan suara amat besar, 136 anggota parlemen. Hanya dua yang abstain.

Rancangan itu, yang akan melarang semua pakaian yang menutup atau sebagian wajah, dapat menjadi undang-undang dalam beberapa bulan yang akan datang ketika majelis tinggi, atau Senat, tidak merintanginya.

Bagaimanapun, runtuhnya pemerintah koalisi Belgia pekan lalu dan prospek pemilihan tak lama lagi dapat menyebabkan penangguhannya karena parlemen akan dibubarkan.

Prancis, yang memiliki penduduk Muslim terbesar di Eropa, juga sedang menantikan larangan mengenakan burka di depan umum, dengan pemerintah merencanakan untuk menguji RUU-nya Mei. RUU itu juga dapat menjadi undang-undang dalam beberapa bulan.

Kelompok liberal yang berbicara dalam bahasa Prancis di Belgia, yang mengusulkan undang-undang cadar, berdalih bahwa ketidakmampuan untuk mengenali orang yang menyembunyikan wajah mereka menimbulkan risiko keamanan dan bahwa burka merupakan "penjara berjalan" bagi wanita.

Kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengecam persetujuan itu, dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa hal itu melanggar hak kebebasan berekspresi dan beragama serta menentukan preseden yang berbahaya.

Mengenakan tutup wajah, dikenal sebagai niqab, dan pakaian luar panjang yang menutup tubuh, atau burka, yang dikenakan secara luas di Afghanistan, dapat menimbulkan denda 15-25 euro (sekitar 20-23 dolar) serta hukuman penjara hingga tujuh hari.

Khawatir

Para politisi di Eropa telah berusaha untuk melarang cadar guna meredakan kekhawtiran masyarakat akan pertumbuhan militansi Islam.

Pemimpin penganjur rancangan undang-undang itu, Daniel Bacquelaine, mengatakan walikota setempat dapat menangguhkan larangan itu pada saat perayaan seperti festival, ketika orang mengenakan konstum tradisional termasuk topeng.

Undang-undang itu dapat juga digunakan secara potensial terhadap demonstran yang menutup wajahnya.

Amnesty International mendesak Senat Belgia untuk mengusahakan peninjauan dewan negaranya terhadap keabsahan tindakan itu.

Isabella Praille, wakil pemimpin eksekutif Muslim Belgia, mengatakan larangan itu berisiko lebih menstigmatisi masyarakat Muslim.

Barquelaine memperkirakan bahwa beberapa ratus wanita di Belgia mengenakan tutup wajah dan mengatakan itu merupakan kecenderungan yang meningkat.

"Kami tentu saja mendukung kebebasan agama dan kebebasan untuk mempraktekkannya," tegasnya dalam debat parlemen, Kamis siang.

"Tapi saya kira bahwa burka bukan tanda agama, itu tanda politik pertama dan terutama. Itu penegasan sejumlah nilai yang bertentangan dengan nilai-nilai fundamental dan nilai-nilai universal."

Jumat, 23 April 2010

Mengungkap Arti Bahasa Tubuh

Bahasa tubuh Anda akan mengirimkan sinyal kepada pikiran bawah sadar lawan bicara. Lewat bahasa tubuh, tabir perasaan lawan bicara akan tersibak.

Kita bisa mempelajari bahasa tubuh lawan bicara. Purnawan E. Andoko dari Wellness World memberi rahasianya:

Bahasa Kepala - Condong ke arah Anda: tertarik, setuju. - Menjauh secara mendadak: curiga, tidak percaya. - Topang dagu: bosan. - Mengangguk: setuju. - Banyak menoleh: tidak sabar, ingin menyudahi pembicaraan.

Bahasa Mata - 60 persen menatap langsung: tertarik. - 80 persen tatapan langsung: tertarik secara seksual. - 100 persen tatapan langsung: perlawanan. - Penghindaran tatapan: me¬nyem¬bunyikan sesuatu. - Lensa mata membesar: sangat tertarik. - Tatapan jatuh ke bawah dan melirik ke kiri/kanan: tertarik pada Anda. - Lirik kanan/kiri langsung: bosan. - Kedipan cepat: tidak setuju.

Bahasa Tangan - Telapak terbuka ke atas: jujur terbuka. - Telapak di saku atau tertutup: menyembunyikan sesuatu. - Mengepal: tegang, tidak nyaman, marah. - Menutup mulut/hidung: indikasi berbohong. - Membentuk kerucut: percaya diri atau yakin. - Tangan di atas meja: siap untuk setuju. - Jari mengetuk-ngetuk: bosan atau ingin bicara.

Gerakan Lain - Dada atau pinggul didekatkan: tertarik secara seksual. - Kaki mengetuk lantai: ingin bicara atau bosan.

Nada atau Kecepatan Bicara - Lambat dan nada akhir turun: yakin dan menguasai. - Penekanan kata: otoritatif. - Nada dan kecepatan meninggi: emosi, tegang, atau menyembunyikan sesuatu.

Bahasa Penolakan - Kaki atau tangan bersilang. - Melirik ke kiri/kanan, kepala menoleh ke kiri atau kanan. - Tatapan langsung minimal. - Mengetukkan jari atau kaki. Arah kaki tidak kepada Anda. - Postur tubuh tertutup.

Bahasa Keterbukaan - Tatapan langsung banyak dengan lensa mata membesar. - Tangan menangkup membentuk menara. - Arah kaki kepada Anda. - Postur tubuh terbuka.

Bahasa Siap Menerima - Kontak mata lebih 60 persen dan banyak senyum lepas. - Tubuh atau kepala mencondong kepada Anda. - Banyak anggukan dan wajah menghadap langsung ke Anda. - Tangan terbuka di atas meja.

Bahasa Curiga - Postur tubuh tertutup - Tangan berada di saku atau posisi menyilang. - Tatapan melalui sudut mata (lirikan) berulang kali. - Arah kaki menyerong.

Bahasa Tidak Jujur - Banyak menatap ke samping khususnya pada bagian kata atau kalimat bohong. - Tangan sering menutup mulut atau hidung, atau meraba hidung atau telinga. - Postur tidak nyaman.


Larangan Burka di Prancis Tuai Kontroversi

Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, akan segera mengajukan rancangan undang-undang larangan pemakaian burka, niqab, atau kerudung yang menutup hampir seluruh wajah penggunanya di tempat-tempat umum.

Namun RUU yang diajukan ke parlemen Mei mendatang itu sudah menuai beragam tanggapan, baik kritik maupun pujian, di negara dengan komunitas muslim terbesar di Uni Eropa tersebut.

Seperti dikutip dari laman stasiun televisi al-Jazeera, hampir 10 persen dari 62 juta penduduk di Prancis adalah umat Muslim. Berdasarkan jajak pendapat, sebagian besar warga Prancis mendukung larangan tersebut. Namun, kalangan ahli hukum memperingatkan bahwa larangan tersebut bisa melanggar konstitusi.

Pegiat feminisme dari kalangan pinggiran multi-etnis dan kelas bawah di Prancis menyatakan dukungan mereka. Mereka beralasan, larangan tersebut bisa membantu perempuan muda muslim yang tidak ingin mengenakan kerudung tetapi dipaksa mengenakan busana penutup aurat tersebut oleh keluarga dan orang tua.

Sedangkan kalangan pengritik menilai bahwa larangan itu merupakan bentuk dari meningkatnya permusuhan terhadap agama Islam dan simbol-simbol dalam Islam. Kalangan pengritik ini menegaskan bahwa banyak perempuan muslim sebenarnya ingin menutupi seluruh tubuh mereka.

Debat mengenai larangan pemakaian burqa dan niqab di fasilitas publik ini juga terjadi di Afganistan di mana sejumlah aktivis mengungkapkan kemarahan mereka terhadap usulan pemerintah Prancis. Mereka mengaku tidak suka memakai burka, tetapi perempuan seharusnya diberi kebebasan untuk memakai busana yang mereka inginkan.

Burka, pakaian panjang tak berpotongan hingga menutupi wajah merupakan busana yang dikenakan banyak perempuan di beberapa wilayah di Pakistan dan Afganistan.

Namun di Prancis, busana ini sering diidentikkan dengan kelompok fundamentalis, dan juga dianggap sebagai bentuk isolasi dan represi perempuan di sejumlah kelompok masyarakat. Para politisi merasa pemakaian burka kini makin menyebar.

Negara tetangga Prancis, Belgia, juga sedang menyiapkan undang-undang serupa dan bila rancangan undang-undang tersebut sesuai rencana dibahas di parlemen mulai Kamis ini, maka Belgia akan menjadi negara pertama Eropa yang melarang pemakaian burka.

sumber

Jumat, 19 Maret 2010

Membuat Read More di Blogspot Lebih Mudah

Membuat Readmore Blogspot lebih mudah sekarang, karena beberapa waktu lalu fitur read more atau jump break telah ditambahkan di Blogger atau Blogspot. Dengan adanya fitur ini kita tidak perlu menambahkan berbagai kode di template blogspot kita, karena telah ditanamkan oleh pihak blogspot. Untuk membuat read more di blogger dapat dilakukan seperti di WordPress.

Cara membuat Read more atau jump break di blogspot cukup dengan menekan tombol Insert jump break pada tampilan visual atau dapat dibuat secara manual pada tampilan HTML atau kode dengan menambahkan sedikit kode:

Jumat, 12 Maret 2010

Pengin Beli Mobil? Tunggu, Ada Mobil Terbang Lho














Terafugia, sebuah perusahaan teknologi yang berkedudukan di Boston, AS, telah menciptakan sebuah mobil yang bisa terbang.

Carl Dietrich, CEO Terafugia, mengatakan, perusahaan sudah siap mulai memproduksi mobil terbang, tetapi karena di saat yang sama AS sedang dilanda krisis keuangan global, terpaksa keinginan memproduksi mobil terbang secara massal ditunda dahulu.

Ide kreatif membuat mobil terbang sebenarnya sudah cukup lama, seumur cerita kartun Jetsons, tetapi ini bukan lagi cerita kartun, memiliki mobil terbang benar-benar menjadi kenyataan.

Pada bulan Agustus tahun lalu, Terafugia telah membuktikan dengan merilis prototipe terbaru. Berbagai tes dilakukan dan menuai sukses. Sejak itu tim kemudian menyempurnakan desain dan menyiapkan mobil terbang ini agar bisa diproduksi massal dan dinikmati konsumen.

"Saya jamin, desain mobil terbang yang terbaru, jauh lebih seksi dan menarik dibandingkan prototipe mobil terbang sebelumnya," ungkap Dietrich.

Menurut Carl Dietrich, CEO Terafugia, harga mobil terbang ini masih terjangkau sehingga layak untuk diproduksi secara massal.

"Harga mobil ini sekitar 200.000 dollar AS, atau Rp 1.831.200.000. Hanya seharga sebuah Lamborghini. Namun, pilihan ada pada Anda. Jadi, sebelum Anda memutuskan membeli sebuah Lamborghini, mengapa Anda tidak memikirkan sebuah mobil dengan desain seksi, yang bebas macet dan bisa diajak terbang?" katanya.

Dietrich mengatakan, saat sudah banyak orang menghubungi yang memesan mobil terbang. Menurutnya, mobil terbang memiliki pasar yang potensial di masa depan.

"Di Amerika Serikat saja ada lebih dari 5.000 bandara. Sebagian besar dari bandara ini memiliki fasilitas persewaan parkir susun untuk mobil atau taksi, termasuk parkir pesawat pribadi. Mobil terbang desain kami tidak akan menimbulkan masalah."